Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Prosa

Lupa (His version)

Ia lupa, Di dunia ini yang pasti hanyalah ketidakpastian Ia lupa, Bahwa ia bisa saja membedakan, mana yang tulus dan mana yang hanya berpura-pura Ia lupa, Di setiap keputusan ada konsekuensinya Ia lupa, Atas apa yang sudah ia lakukan dan perbuat Ia lupa, Bila dunia ini tidak berputar mengelilingi dirinya saja Ia lupa, Bahwa usaha berbanding dengan apa yang akan didapatkannya Ia lupa, Apa yang ia tanam akan ia tuai Ia lupa, Martabat dan harga diri tidak bisa dijadikan alasan dalam menyangkut perasaan Ia lupa, Ego akan memakan nurani Ia lupa, Dengan tujuan awalnya Ia lupa, Bahwa membalas dendam tidak ada gunanya Ia lupa, Bahwa ia dicintai, namun memilih untuk pergi. Ia lupa, Entah kapan, cepat atau lambat, penyesalan mungkin akan selalu datang menghantui Ia lupa, setiap perbuatan pasti akan selalu ada balasan. Sayangnya, ia lupa.

Lupa (Her version)

Ia lupa, Di dunia ini yang pasti hanyalah ketidakpastian Ia lupa, Suatu saat, seiring berjalannya waktu, lambat laun manusia akan berubah Ia lupa, Di setiap keputusan ada konsekuensinya Ia lupa, Bila berharap pada manusia akan meninggalkan rasa kecewa Ia lupa, Bila dunia ini tidak berputar mengelilingi dirinya saja Ia lupa, Bahwa ia masih memiliki banyak kesempatan dan kemungkinan Ia lupa, Bahwa rasa sedih atau senang semua bersifat sementara Ia lupa, Bahwa ia adalah seorang yang terhormat, seorang yang berharga, terlalu berharga, untuk sesuatu yang sifatnya hanya sementara Ia lupa, Bahwa ia berhak untuk dicintai oleh orang yang tepat Ia lupa, Bahwa setelah kepedihan akan datang kebahagiaan kemudian Ia lupa, Bahwa saat ini, perpisahan mungkin adalah  satu-satunya hal yang terbaik untuknya. Sayangnya, ia lupa.

Sementara

Diantara ruang dan jeda Diantara singkat dan selamanya Diantara waktu yang tidak bisa ditentukan Diantara tatap dan rasa Diantara tangis dan bahagia Diantara kerinduan dan kebencian Diantara ego dan nurani Tidak abadi, namun belum tentu sebentar Tidak pasti, belum tentu. Kembali lagi pada makna. Tak bisa dipaksakan. Aku dan kau; Celakanya.  Kita . Pada akhirnya, hanya sementara. 01:08 a.m 16 Agustus 2018

Sebuah Perasaan

Akhirnya perasaan itu datang. Hari itu, detik itu, aku kembali merasakan sebuah perasaan yang telah lama hilang. Sebuah perasaan yang dikenal sebagai perasaan yang mudah timbul dan tenggelam. Muncul sesukanya, semaunya, seenaknya. Sebuah perasaan. Perasaan dimana kupu-kupu seperti sedang menggelitik perutmu. Perasaan dimana hatimu seperti sedang mengendarai pesawat ulang-alik, terbang bebas menuju tak terbatas. Perasaan dimana kau ingin menari tanpa sebuah alasan. Perasaan dimana terdapat sebuah cahaya harapan dibalik kekhawatiran dan keraguan. Ya. Aku memang tidak pernah meminta untuk diketuk hatinya. Aku memang tidak pernah meminta untuk diberi manisnya sebuah perasaan Aku memang tidak pernah meminta sebuah ketulusan. “Namun aku bersyukur.” Kau datang Kau ketuk Kau berusaha Hingga Kau menang. Memperjuangkan. Hidup dan takdir siapa yang sangka. Sikap, pikiran, dan pandangan siapa yang bisa menebak Hati seperti ombak, ia akan me...