Skip to main content

Posts

Showing posts with the label thought

Jadilah dirimu sendiri

Ketika semuanya sibuk mengikuti popularitas Ketika semuanya sibuk mengikuti cara yang telah ada Ketika semuanya sibuk mengikuti perkembangan yang beredar Ketika semanya sibuk mengikuti arah yang ditunjukkan Ketika semuanya sibuk mengikuti kesempatan yang ditawarkan Jadilah dirimu sendiri Jangan paksakan diri Ikuti kata hati Jangan tergoyah oleh perkataan orang lain Omong kosong Mengapa harus membohongi diri Mengapa harus bertumpu pada ekspektasi? Jangan dengarkan yang seharusnya tidak perlu didengar Ini tentang kamu Ini tentang hidupmu Ini tentang pilihanmu Pun kamulah yang berhak tentukan itu Tanamkan dalam diri Kamu bisa jadi dirimu sendiri Kamu berhak jadi dirimu sendiri Kamu layak untuk menjadi dirimu sendiri Tidak, kamu tidak egois. Kamu bukan orang egois. Kamu pantas untuk memilih. Kamu dilahirkan untuk ini. Jadilah dirimu sendiri. Jadilah dirimu sendiri. Jadilah dirimu sendiri. Be original. Be genuine. Be authentic. Be yourself.

Apa yang dicari?

Sembari mengangkut tas ia menghela napasnya. Sebentar lagi ia akan pergi kembali menuju rutinitas. “Perhatian, diberitahukan kepada penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 88, tujuan Amsterdam, harap segera menuju ruang tunggu, terimakasih.” Tergesa-gesa ia berlari menuju Gate 2 membawa koper dan ranselnya. *** Hari itu, ia kembali memikirkan sesuatu yang beberapa tahun ini selalu mengganggunya. Masih segar dalam ingatannya kejadian 3 hari lalu. “Nak, bagaimana kuliahmu disana? Aman saja? Apa ada kendala?” “ Nggak , pak.” “Oh, syukurlah. Kalau begitu segera selesaikan, ya. Bapak bukannya ingin membuatmu merasa terbebani, tapi ini sudah hampir 6 tahun kamu disana. Bapak khawatir, nak. Belum lagi usiamu semakin bertambah. Apa tidak seharusnya kamu bersegera untuk menamatkan dan melanjutkan aspek kehidupanmu yang lainnya?” Ia terdiam sejenak, menatap lantai yang seolah-olah menatap iba padanya. “Iya, pak. Aku usahain lulus tahun ini. Semoga tid...

Lupa (His version)

Ia lupa, Di dunia ini yang pasti hanyalah ketidakpastian Ia lupa, Bahwa ia bisa saja membedakan, mana yang tulus dan mana yang hanya berpura-pura Ia lupa, Di setiap keputusan ada konsekuensinya Ia lupa, Atas apa yang sudah ia lakukan dan perbuat Ia lupa, Bila dunia ini tidak berputar mengelilingi dirinya saja Ia lupa, Bahwa usaha berbanding dengan apa yang akan didapatkannya Ia lupa, Apa yang ia tanam akan ia tuai Ia lupa, Martabat dan harga diri tidak bisa dijadikan alasan dalam menyangkut perasaan Ia lupa, Ego akan memakan nurani Ia lupa, Dengan tujuan awalnya Ia lupa, Bahwa membalas dendam tidak ada gunanya Ia lupa, Bahwa ia dicintai, namun memilih untuk pergi. Ia lupa, Entah kapan, cepat atau lambat, penyesalan mungkin akan selalu datang menghantui Ia lupa, setiap perbuatan pasti akan selalu ada balasan. Sayangnya, ia lupa.

Lupa (Her version)

Ia lupa, Di dunia ini yang pasti hanyalah ketidakpastian Ia lupa, Suatu saat, seiring berjalannya waktu, lambat laun manusia akan berubah Ia lupa, Di setiap keputusan ada konsekuensinya Ia lupa, Bila berharap pada manusia akan meninggalkan rasa kecewa Ia lupa, Bila dunia ini tidak berputar mengelilingi dirinya saja Ia lupa, Bahwa ia masih memiliki banyak kesempatan dan kemungkinan Ia lupa, Bahwa rasa sedih atau senang semua bersifat sementara Ia lupa, Bahwa ia adalah seorang yang terhormat, seorang yang berharga, terlalu berharga, untuk sesuatu yang sifatnya hanya sementara Ia lupa, Bahwa ia berhak untuk dicintai oleh orang yang tepat Ia lupa, Bahwa setelah kepedihan akan datang kebahagiaan kemudian Ia lupa, Bahwa saat ini, perpisahan mungkin adalah  satu-satunya hal yang terbaik untuknya. Sayangnya, ia lupa.

Sementara

Diantara ruang dan jeda Diantara singkat dan selamanya Diantara waktu yang tidak bisa ditentukan Diantara tatap dan rasa Diantara tangis dan bahagia Diantara kerinduan dan kebencian Diantara ego dan nurani Tidak abadi, namun belum tentu sebentar Tidak pasti, belum tentu. Kembali lagi pada makna. Tak bisa dipaksakan. Aku dan kau; Celakanya.  Kita . Pada akhirnya, hanya sementara. 01:08 a.m 16 Agustus 2018

Sebuah Perasaan

Akhirnya perasaan itu datang. Hari itu, detik itu, aku kembali merasakan sebuah perasaan yang telah lama hilang. Sebuah perasaan yang dikenal sebagai perasaan yang mudah timbul dan tenggelam. Muncul sesukanya, semaunya, seenaknya. Sebuah perasaan. Perasaan dimana kupu-kupu seperti sedang menggelitik perutmu. Perasaan dimana hatimu seperti sedang mengendarai pesawat ulang-alik, terbang bebas menuju tak terbatas. Perasaan dimana kau ingin menari tanpa sebuah alasan. Perasaan dimana terdapat sebuah cahaya harapan dibalik kekhawatiran dan keraguan. Ya. Aku memang tidak pernah meminta untuk diketuk hatinya. Aku memang tidak pernah meminta untuk diberi manisnya sebuah perasaan Aku memang tidak pernah meminta sebuah ketulusan. “Namun aku bersyukur.” Kau datang Kau ketuk Kau berusaha Hingga Kau menang. Memperjuangkan. Hidup dan takdir siapa yang sangka. Sikap, pikiran, dan pandangan siapa yang bisa menebak Hati seperti ombak, ia akan me...

?

Terkadang keingintahuan itu bisa merugikan. Benar? Pernah tidak, Menemukan fakta yang harusnya tidak kau ketahui Sesuatu yang rasanya kurang penting Atau, baiknya tak usah kau ketahui sekalian. Namun karena rasa keingintahuan yang terlalu besar itulah, Lantas kau mencarinya, kemudian membacanya, kemudian memikirkannya, kemudian membuat praduga sendiri. Yang mana dugaan itu membuat kau tidak bisa tidur, Membuat kau merasa hampa dan kosong, Membuat kau kesal hingga murka, Membuat kau malu hingga ingin menangis, Membuat kau kecewa. Pernah terpikir tidak? Untuk apa semua itu ingin kau ketahui? Seperlu itukah sampai kau harus tahu semuanya? Aku pernah mendengar sebuah kutipan “some things are better left unknown”? Mungkin memang ada baiknya seperti itu. Sepakat? 2017

Buried Alive

Ketika kau memendam sesuatu tanpa sempat mengeluarkannya. Mula-mula biasa saja namun lama-lama ia menenggelamkanmu. Mengubur. Pikiranmu, harapanmu, ..hatimu, entah; bahkan hidupmu. Ketika tanpa sadar, Ia menguburmu. Engkau terkubur. Terkubur hidup-hidup. 2:47 a.m December 2017

Sebuah Pengandaian (1)

Andai terlahir sebagai kucing. Kucing dapat memilih ingatan yang ingin ia ingat Tak perlu kesulitan menyikapi masalah atau bahkan memikirkan segala ingatan-ingatan buruk yang telah dialami Ia tinggal melupakannya Dan memilih untuk mengingat bagian yang indah-indah saja. Semudah itu. Ah, andai saja.
Things that I like to do with you: ...having some deep shit conversation. All day. All Night. Whether it's about something that really unneccessary like, maybe about, how cool stranger things series are, how weird people disgusted by dust despite dust are literally everywhere, how scientist and researcher could get a hypotheses about big bang and black hole , how cool Aristotle is, why there's mean people in this world, what is the meaning of love, what's your favorite pasta, how beautiful moon is but when you see very clearly it isn't beautiful at all, how human brain works, how interesting sci-fi are, what is life, what's your favorite song to listen when you're on the road, how amazing time-travel theory is, or maybe just talk about how much calories in your daily ice cream could take. You know, I really like those things. Maybe it sounds really-really weird to you. But to be very honest, I would do that things with you. Like in million ti...

If cactus were a....

"If cactus were a girl,  she would be an introvert one. She hides herself behind its thorn without anyone knowing,  who she actually is; what she actually likes. She may looks tough outside,  but we might never knew what's really inside her. Maybe she's fragile  and had a soft heart;  cheerful and bright.  Or maybe she had something dark inside.  You'll never know what she's trying to hide from you;  what she's trying to show you.  Deep down there.  She's a secret." 12:29 p.m.